Cerpen : Bagaimanapun juga, Mereka Surgaku (Part 1)
Langit siang ini agak begitu cerah jika dibandingkan dengan siang kemarin. Langkah kaki ini mulai gontai. Lelah?? Jujur iya. Sudah hampir puluhan kilometer ku lalui, namun tak kunjung kutemukan apa yang aku cari. Pesanan nenek yang tak kunjung kutemukan dari hari ke hari membuatku hampir putus asa dengan semuanya. Ah, nenek ada-ada saja permintaannya. Digubuk 6mx7m ini, hanya itulah satu-satunya harta yang kami miliki. Entah dimanakah orang tuaku berada, aku pun tak tahu. Hanya saja jika itu ku tanyakan kepada nenek, pasti jawabannya selalu begitu, “Ayah dan ibumu pergi bekerja di luar negeri. Tak tahu sampai kapan mereka akan pulang. Merekapun tak pernah memberi kabar”. Mungkin jika mereka pulang, tak akan pernah mengenali siapa aku ini. Entahlah, dimanapun mereka berada, doaku selalu terselip nama mereka berdua. Semoga Tuhan senantiasa menjaga mereka berdua. Jauh dari perkampungan membuat hidup kami seperti terasingkan. Tak ada teman bergaul, tak ada yang menyapa ...





