Obrolan Sufi: It's Amazing Book !!!



Apa yang pertama kali terlintas dipikiran ketika kita mendengar kata "Sufi"??  Ya, pasti kebanyakan dari kita menangkap kalau sufi itu berhubungan dengan sesuatu yang sendiri, menyepi dan jauh dari hiruk pikuk keadaan sekitar kita. Memang ada banyak yang melakukan pengasingan diri dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. sedikit cerita, dulu ketika Ramadhan (bertepatan saat tulisan ini dibuat, yaitu bulan puasa). singkat cerita di tanah kelahiran saya, ada sebuah majelis taklim tarekat yang semua jama'ahnya adalah para orang tua lansia yang belajar mengaji. Ketika bulan ramadhan ada pesantren bagi para lansia agar lebih khusyu' menjalankan ibadah dan mendalami ilmu tarekat. Termasuk simbah saya yang sudah lama mengikuti majelis Taklim disitu. memang benar, suasana begitu sangat tenang dan jauh dari keramaian. 
Jalan spiritual bukanlah jalan yang lempang, indah, dan mudah dilalui. Kehidupan di dunia ini pun tidaklah mudah dijalani. Ada banyak rasa sakit dan penderitaan yang dialami manusia di dunia ini.
Dalam pengembangan spiritual dan kehidupan sehari-hari, buku ini menepis semua anggapan yang ada dipikiran kita mengenai pengasingan diri. Dalam pendekatan diri dengan Tuhan, Justru banyak hal dalam sehari-hari yang dapat membuat kita merasa dekat dengan Tuhan.

Di buku ini banyak membicarakan tentang Ego. Ego adalah bagian dari nafsu yang menguasai diri kita. buku ini membahas berbagai macam kegiatan yang sering tidak kita sadari bahwa yang  'berbicara' adalah ego. Sehingga semua amal yang kita lakukan menjadi tiada artinya di hadapan Tuhan. 

"Para wali pun memiliki kepribadian, nafsu, tetapi mereka tak lagi dikuasai dan dikendalikan nafsu atau kerpribadian mereka. Merekalah yang menguasai nafsu. Dengan kata lain, kepribadian mereka diperhalus dan diperindah. Mereka telah meresap dengan cahaya dan cinta."

Mengapa kita ada di sini? Menurut seorang sufi, kita ada di sini untuk belajar dua hal: Belajar mengurangi sifat egois dan belajar mencintai. Kedua pembelajaran itu saling berkaitan. Sebab, semakin kita egois, semakin tak mementingkan diri sendiri, semaki mampu mencintai orang lain, dan akhirnya semakin dekat dengan Tuhan.

Cara dan peranti yang diajarkan tasawuf membuat kita mampu memenuhi keinginan Tuhan yang dinyatakan dalam sebuah hadits qudsi terkenal,  

"Aku adalah harta yang tersembunyi dan Aku ingin diketahui, maka Kuciptakan makhluk."

"Ada 70.000 selubung antara kau dan Aku, tetapi tidak ada tirai antara Aku dan kau."

Dalam pembahasan buku ini, banyak sekali hal-hal yang tidak pernah kita 'nyana'. karena proses perkembangan spiritual disini dikatakan bahwa kita selalu menganggap benar pendapat kita. tetapi sesungguhnya yang berbicara adalah ego kita. Nafsu selalu membenarkan bahwa apa yang telah kita usahakan itu adalah kebenaran. Buku ini mengajak kita untuk selalu bertawakal sepenuhnya kepada Tuhan setelah kita melakukan berbagai usaha. 

Disebutkan disini satu diskusi yang membuat saya terhenyak akan kelogisan pemikiran seorang mursyid dan darwis, 

"Dari semua posisi shalat, kenapa Allah paling menyukai sujud?" Darwis menjawab, karena saat sujud, kepala kita yang melambangkan keangkuhan bersentuhan dengan bumi yang melambangkan kerendahan. Namun, Mursyid berkata, "Bukan, tetapi karena hanya dalam posisi itulah hati kita lebih tinggi dari pada kepala."

Kalimat obrolan diatas lah, isi buku ini yang pertama kali saya baca. Dan efeknya saya membaca buku ini sampai berulang-ulang sebanyak tiga kali (3x) ini. Karena saya menemukan kedamaian, ketenangan dan bertambahnya perkembangan spritiual dan memperbaiki kepribadian. 
Bagi yang ingin menambah wawasan spiritual, buku Obrolan Sufi ini recomended banget buat kalian. kenapa saya suka membaca? karena saya berprinsip, Akan ada sesuatu yang menakjubkan di setiap buku yang kita baca. :D 

Komentar

Postingan Populer