Aku sebutir Pasir yang berterbangan
Don’t be sad, because Allah always
with Us.
Salah satu bentuk kasih sayang Allah
kepada hambanya adalah dengan memberikan cobaan atau ujian. Jika di sekolah,
ujian digunakan untuk mengetahui sampai berapakah tingkat kemampuan kita
menghadapi segala masalah pelajaran. Dan jika kita mampu melakukannya dengan
belajar tekun dan bersungguh-sungguh. Maka puncak dari segala hasil belajarmu kita
adalah dengan naiknya level kita. Yaps, kita naik kelas.
Begitu pula dengan masalah
kehidupan yang kita hadapi. Segala macam cobaan itu jika kita hadapi dengan
keadaan sabar dan tawakkal. Maka kelak Allah akan menaikkan derajat kita ke
tingkatan yang lebih tinggi.
Bersyukurlah kepada-Nya. Dialah
Dzat yang selalu melimpahkan segala kasih sayang dan rahmat-Nya kepada kita.
Lantas apakah kita pantas lupa berterimakasih atas segala apa yang diberikan
oleh-Nya. Sungguh manusia jika memberi kemudian orang yang diberi mengucapkan
terima kasih, maka kita dapat merasakan bahagia, membantu sesama. Allah maha
Kuasa atas segala apa yang ada dilangit dan dibumi. Allah tak pernah
membutuhkan ungkapan terima kasihmu. Karena itu tak akan menjadikan
Kekuasaan-Nya berkurang sedikitpun. Bukankah dengan kita mengucap syukur maka
Allah akan menambah nikmatmu? Lalu sampai kapan kita akan selalu lupa
dengan-Nya?
Allah.. ya Rabbi,, Ampuni segala
kekhilafan hamba-Mu ini.
Sesungguhnya aku hanya seorang
hamba yang tak punya apa-apa. Bahkan diri hamba adalah kepunyaan-Mu. Lalu
kenapa kami masih mengingkari semua nikmat-nikmat-Mu?
Tangan, kaki, mata, mulut,
telinga dan bahkan hati ini sendiri semua berada pada pengawasan-Mu. Tak sedetikpun
kami bisa luput dari Penglihatan-Mu.
Sayangi kami Rabb, sebagaimana
engkau mencintai para Kekasih-Mu dulu.
Meski kami tak sebaik para
Kekasihmu, sungguh pun kami telah berusaha untuk menjadi sebaik mereka.
Bimbing kami, sebagaimana Engkau
selalu membimbing para kekasih-Mu menuju jalan lurus yang Kau ridhoi.
Karena aku hanyalah seperti sebutir debu yang berterbangan
di dunia fana ini.
Karena aku hanyalah seorang hamba yang ingin selalu tunduk
kepada Tuannya.
Karena aku hanyalah seonggok daging dan tulang belulang yang
dipinjami Ruh dari Rabbnya.
Tuntunlah aku,
Bimbinglah aku,
Tunjukkan aku
Dan Ridhoi aku menuju pintu Rahmat-Mu.


Komentar
Posting Komentar