Laraku...
Kala kau memutuskan berhenti menyinariku
Betapa duka begitu mendalam yang aku ratapi.
Ketika hanya kamu yang aku yakini sebagai lenteraku
kini kau memilih menyinari hati yang lain tanpa peduli
bagaimana dengan diriku?
Sungguh aku begitu berharap sinarmu menerangi hidupku.
Tanpamu, apalah aku ini..
Aku kacau, aku galau, aku sakit, dan aku layu tanpa sinarmu.
Tak sedikitpun kau mau mengerti perasaanku
Lalu, bagaimana dengan aku jika kamu memilih untuk
menyinarinya?
Sulit sekali menerima sikap acuhmu itu.
Inginku menangis, tapi tangisanku tak pengaruh untukmu
Karena awan bahagia kini meliputi dirimu dan dengannya.
Aah… mengapa harus kamu?
Kenapa bukan yang lain?
Setiap orang ingin kisah cintanya bahagia.
Namun tidak dengan diriku
Bukan karena gagal
Bukan pula karena tak suka
Tapi jarak yang memisahkan raga kita
Bukankah cinta tak mengenal jarak?
Sekalipun keujung duniapun jika dia memang cinta, pastilah
ia kejar.
Oke, aku menyerah Tuhan.
Ku kembalikan cinta yang Engkau pinjamkan kepadaku.
Aku tak bisa menjaganya.
Mungkin utuh, mungkin juga bisa kurang.
Tapi aku mohon kepada-Mu.
Tunjukkan aku jalan terbaik-Mu
Aku serahkan takdir baik dan burukku kepada-Mu
Semoga ini kesakitan yang terakhir.
Aku Lelah….


Komentar
Posting Komentar