Dialog antara Langit dan Bumi


Ketika Allah swt. membentangkan bumi sebagai pijakan berbagai makhluk, langit membanggakan dirinya terhadap bumi. Bumi pun menundukkan diri. Bumi kemudian bertanya kepada langit,
  • “Jika engkau merasa bangga dengan berbagai keindahan langit, lalu bagaimana dengan matahari syariat Muhammad saw. Matahari syariat Muhammad saw. tidak akan padam, sedangkan mataharimu pasti tenggelam.”
  • “Jika engkau berbangga dengan keindahan bulan dan sinarnya, apakah pancaran cahaya kening Muhammad saw ada padamu?”
  • “Jika matahari dan rembulan yang ada padamu itu mengalami gerhana, sesungguhnya engkau akan mendapatkan kiriman doa dari para penghuni bumi (berupa shalat Gerhana). Sang pemberi doa tentu lebih utama daripada yang didoakan.”
  • “Jika engkau berbangga dengan bintang-bintang yang ada padamu karena ia bias menjadi petunjuk ketika pantai dan lautan diselimuti gulita malam, para sahabat Rasulullah Saw. Adalah bintang-bintang yang menjadi jalan petunjuk kebenaran.”
  • “Jika engkau berbangga dengan Lauh Al-Mahfuzh (lembaran yang terjaga) yang menyimpan  catatan makhluk, sesungguhnya Allah swt dengan kuasa-Nya menuliskan keimanan dalam lembaran hati manusia. Sebagaimana firman-Nya, Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan di dalam hati mereka (QS. Al-Mujadilah : 22).”
  • “Jika engkau berbangga diri dengan bahtera-bahtera yang mengarungi samudra dengan petunjukmu, sesungguhnya banyak manusia yang bangun pada waktu malam dan berdoa. Allah swt berfirman, Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga sujud (QS Ali Imran :13).”
  • “Jika engkau berbangga diri dengan air hujan yang turun dan memberi kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan di bumi, sesungguhnya air kehidupan tak pernah berhenti menyirami hati-hati yang mati.”

Komentar

Postingan Populer