Teori Absolutivitas : Matahari Mengelilingi Bumi

A. Teori Heliosentris VS Teori Geosentris 

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, teori Heliosentris yang pertama kali dilontarkan oleh Phytaghoras dan variannya memberikan pengertian sebagai berikut: 
1.      Matahari berada dalam keadaan diam.
2.      Planet-planet termasuk bumi bergerak mengelilingi matahari.
3.      matahari dinyatakan sebagai pusat tata surya (solar system)
4.      Matahari dinyatakan sebagai pusat alam semesta (universe)
Pandangan teori di atas pada saat itu masih dalam bingkai pemikiran hipotesa yang bersikap spekulatif karena masa itu belum ada pembuktian empiris melalui eksperimental meskipun hanya pengamatan dengan alat teropong bintang atau teleskop. Kemudian sekitar 12 abad berikutnya, Nicolaus Copernicus dalam bukunya, “De Revolutionibus Orbium Caelestium” menghidupkan kembali gagasan teori heliosentrid di atas. Dia mengemukakan beberapa hal berikut.
1.   Matahari adalah pusat tata surya, yang mana bumi sebagai salah satu planetnya beredar mengelilingi matahari bersama planet-planet lainnya.
2.   Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.
3.  Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam dan pandangan gerakan bintang-bintang serta matahari selalu bergerak ke arah barat.
Teori ini diperkuat oleh seorang astronom jerman, Johannes Kepler (1751-1630), yang telah menapaki uji eksperimen empiris melalui pengamatan teleskop reflaktor dan perhitungan matematisnya. Pada tahun 1609, ia juga menerbitkan buku “Astronomia Nova” dengan menyatakan hokum gerak planet.
Tidak cukup hanya itu, Sir Isaac Newton memberikan alasan lain yang lebih kuat sebagai pendukung teori Heliosentris. Pada tahun 1687 Newton mempublikasikan hukum Gravitasi yang dapat dinyatakan sebagai berikut:
“Gaya Gravitasi antara kedua benda merupakan gaya tarik menarik yang besarnya sebanding lurus dengan hasil kali massa keduanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya”.
Sebagai contoh adalah apa yang pernah dialami Newton ketika menemukan hokum gravitaso ini, yaitu sebuah apel jatuh ke bumi dari pohonnya. Dalam pemikirannya, bumi menarik apel dan dalam waktu yang sama apel juga menarik murni dengan gaya yang sama besar gravitasi yang sama besarnya. Mengapa apel ditarik jatuh ke bumi akan tetapi bumi tidak ditarik jatuh menuju apel?. Ini karena massa bumi jauh lebih besar dari pada masa apel.
Kejadian yang sama terjadi antar planet-planet dan matahari. Massa matahari sangatlah besar dibandingkan dengan massa planet dalam tata surya kita. Karena itu planet-planet akan merasakan gaya gravitasi matahari yang cukup kuat. Gaya gravitasi matahari yang bekerja pada planet-planet inilah yang menyebabkan planet tidak menempuh garis lurus, melainkan planet-planet termasuk bumi bergerak mengelilingi matahari dalam orbit elips yang tetap.
Lebih jauh dari itu, ditetapkan pula perhitungan hari, bulan, dan tahun berdasarkan apa yang disebut dengan gerak rotasi dan revolusi. Gerak rotasi adalah gerakan bumi yang berputar pada porosnya, yang periode waktunya satu hari adalah 24 Jam. Sedangkan gerak revolusi adalah gerakan bumi mengelilingi matahari yang periode waktunya adalah 1 tahun. Dalam pandangan orang-orang Heliosentris, ini adalah salah satu bukti lagi-yang tak terbantahkan-bahwa bumi mengelilingi matahari.
Selain teori Heliosentris dengan segala fakta dan bukti ilmiahnya, teori lain yang sangat berlawanan dan bertentangan dengannya adalah teori Geosentris, sebagaimana yang pertama kali dilontarkan oleh Anaxagoras (500 SM) dengan pengertian sebagai berikut:
“Teori Geosentris menyatakan bahwa bumi itu berbentuk Sperical Body (bulat seperti bola) dan tetap berada dalam keadaan diam pada tempatnya dimana matahari dan benda-benda langit di sekelilingnya bergerak mengelilingi bumi tersebut. Dengan demikian bumi adalah pusat alam semesta”.
Dan satu bukti nyata yang membenarkan teori ini adalah fakta dan realita yang kita alami setiap hari tanpa seorang pun yang membantahnya. Matahari terbit pada pagi hari dari timur dan tenggelam pada sore hari di ufuk barat. Fenomena ini sangatlah jelas yang menunjukkan bahwa seseungguhnya matahari yang mengelilingi bumi dan bukan bumi yang mengelilingi matahari.
Sebelum membahas secara lebih dalam dan lebih luas untuk membuktikan kebenaran antara dua teori tersebut, ada suatu konsep pemahaman yang pertama kali harus dimengerti dalam memandang hakikat perbedaan keadaan gerak bumi dan matahari ini. Dan konsep pemahaman terpenting yang dengannya akan menjadi jelas dan pasti kebenarannya itu adalah bahwa gerak itu relative, tergantung kerangka acuan. Pengertian gerak adalah jika suatu benda mengalami perubahan kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Sedangkan kerangka acuan adalah sebuah titik yang dianggap diam dan digunakan sebagai pembanding dimana kita memandang sesuatu bergerak atau tidak berdasarkan kerangka acuan tersebut.
Bumi bergerak mengelilingi matahari dengan menetapkan matahri sebagai kerangka acuan yang misalkan dianggap diam tidak bergerak dan tetap pada keadaannya sebagaimana teori Heliosentris. Akan tetapi matahari bukan sebagai pusat semesta karena berdasarkan kerangka acuan pusat galaksi Bima Sakti (Milky way) Matahari bergerak mengelilingi Black Hole (Lubang Hitam) galaksi Bima Sakti.


Bumi bergerak mengelilingi matahari juga dapat ditetapkan dengan berdasarkan kerangka acuan sebuah titik luar angkasa yang masih di dalam ruang tata surya kita seperti tampak pada gambar di atas. Dan ini adalah fakta ilmiah dan bukti yang nyata pula yang menunjukkan bahwa bumi mengelilingi matahari berdasarkan apa yang telah ditemukan oleh para ilmuwan dengan eksplorasi luar angkasa menggunakan pesawat antariksa dalam foto-foto mereka. Ilustrasi gambar di atas menunjukkan posisi benda-benda langit dalam tata surya (Solar System) kita yang mencakup matahari sebagai pusat tata surya yang dikelilingi oleh 8 planet, yaitu: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Ukuran planet-planet tersebut sangat besar dari pada planet-planet tersebut yang menempati 99% massa dalam system tata surya kita. Dan inilah keadaan yang sesungguhnya dikehendaki oleh para pendukung teori Heliosentris, dimana matahari dianggap sebagai pusat bagi berkelilingnya planet-planet lain dalam system tata surya. Matahari dianggap relative diam terhadap adtronot yang mengambil foto. Dalam kerangka acuan yang sama, dimana menurut relativitas Einstein berlaku hokum fisika yang sama pula. Dan inilah penemuan terakhir yang menjadi kesepakatan para ilmuwan hingga sampai masa sekarang diyakini sebagai suatu yang sudah aksioma berdasarkan pengamatandan eksperimental tak terbantahkan.
“Matahari mengelilingi bumi tidaklah seperti teori Geosentris yang menetapkan kerangka acuan pada sebuah titik acuan di luar angkasa dalam system tata surya kita”.
Gambar di atas menunjukkan teori Geosentris yang menyatakan bahwa matahri mengelilingi bumi dengan di tetapkan kerangka acuang di luar angkasa, artinya gambar cover buku tersebut menunjukkan bahwa matahri mengelilingi bumi, berdasarkan sudut pandang di luar angkasa dan menurut pengamat yang berada di luar angkasa, bukan berdasarkan kerangka acuan di bumi yang dianggap diam tidak bergerak, tidak menurut pengamat yang ada di muka bumi. Inilah kesalahan fatal dan kekeliruan yang nyata dalam memandang hakikat gerakan matahari dan bumi.

Komentar

Postingan Populer