Tafsir al-Misbah : QS.at-Takatsur 1-2



“Saling memperbanyak telah melengahkan kamu, sampai kamu telah menziarahi kubur-kubur.” (QS. At-Takatsur :1-2).

Kata “at-takatsur" terambil dr katsrah/banyak. Patron at-takatsur menunjukkan adanya dua pihak atau lebih yang bersaing, semua berusaha ‘memperbanyak’, seakan-akan sama-sama mengakui memiliki lebih banyak dari pihak lain atau saingannya. Tujuannya adalah berbangga dengan kepemilikikannya. Dari sini, kata tersebut digunakan juga dalam arti saling berbangga-bangga. At-takatsur adalah persaingan antara dua pihak atau lebih dalam hal memperbanyak hiasan dan gemerlapan duniawi serta usaha untuk memilikinya sebanyak mungkin tanpa menghiraukan norma dan nilai-nilai agama.

Paling sedikit ada 3 ayat yang menggambarkan factor-faktor yang dapat melengahkan manusia.
  1. Angan-angan Kosong (QS. Al-Hijr :3)
  2. Perniagaan dan jual-beli (QS. An-Nur :37)
  3. Harta dan anak-anak (QS. Al-Munafiqun :9)
persaingan itu juga tidak akan berhenti ‘sampai kamu telah menziarahi kubur’ dalam arti sampai kamu dikuburkan, yakni sampai kamu mati. Memang, memupuk harta atau memperbanyak anak dan pengikut apabila motivasinya adalah persaingan, ia tidak akan pernah puas, selalu saja tergambar di dalam benaknya harta, kedudukan yang lebih tinggi, serta pengikut dan pengaruh yang lebih besar dari apa yang telah diperolehnya. Sampai-sampai, mungkin saja dia akan menyaingi Tuhan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Fir’aun. Jika keadaan sudah demikian, persaingan, begitu juga kelengahan dan kelalaian, baru akan berakhir setelah yang bersangkutan dikebumikan ke kubur.

Dalam sebuah hadits Qudsi dinyatakan “Seandainya seorang manusia (yang lengah) memiliki dua lembah yang penuh emas, niscaya pasti ia masih menginginkan lembah ketiga, tidak ada yang memenuhi rongga (ambisi) putra-putri Adam kecuali tanah.”  Sambil membaca Alhakum at-Takatsur, Rasul saw. Bersabda : “Putra-putri Adam berkata, ‘Hartaku, hartaku’. Hai manusia! Engkau tidak memiliki dari (apa yang engkau anggap) hartamu kecuali apa yang telah engkau makan dan engkau habiskan, atau apa yang engkau pakai dan lapukkan, atau apa yang engkau sedekahkan sampai habis. Selain dari itu semuanya akan engkau tinggalkan untuk orang lain. (HR. Muslim melalui Muhtarif).

Komentar

Postingan Populer